Pengertian Gempa Bumi
Gempa bumi ialah getaran permukaan bumi yang disebabkan oleh kekuatan-kekuatan dari dalam. Dilihat dari intensitasnya, ada dua macam gempa sebagai berikut.
- Macroseisme, yaitu gempa yang intensitasnya besar dan dapat diketahui tanpa menggunakan alat.
- Microseisme, yaitu gempa yang intensitasnya kecil dan hanya dapat diketahui dengan menggunakan alat perekam.
Hal ikhwal mengenai gempa bumi ini perlu diselidiki agar akibat yang ditimbulkannya dapat diramalkan dan upaya penanggulangannya dapat dilakukan. Ilmu yang mempelajari gempa bumi, gelombang-gelombang seismik serta perambatannya disebut seismologi. Dalam kajian seismologi ini diperlukan berbagai alat. Salah satu alat yang terpenting ialah seismograf atau alat untuk mencatat gempa. Ada dua macam seismograf, yaitu sebagai berikut.
- Seismograf horizontal, yaitu seismograf yang mencatat getaran bumi pada arah horizontal.
- Seismograf vertikal, yaitu seismograf yang mencatat getaran bumi pada arah vertikal.
Besaran (magnitudo) gempa yang didasarkan pada amplitudo gelombang
tektonik dicatat oleh seismograf dengan menggunakan skala Richter.
Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dewasa ini telah
ditemukan beberapa cara untuk mengetahui pusat gempa, yaitu sebagai berikut.
- Dengan menggunakan hasil pencatatan seismograf, yaitu satu seismograf vertikal, satu seismograf horizontal yang berarah utara-selatan, dan satu lagi seismograf horizontal yang berarah timur-barat. Dengan tiga seismograf ini akan ditemukan letak episentrum.
- Dengan menggunakan tiga tempat yang terletak dalam satu homoseista. Ketiga tempat yang terletak dalam satu homoseista itu dihubungkan, kemudian ditarik garis sumbu pada garis yang menghubungkan tempattempat pencatatan.
- Dengan menggunakan tiga tempat yang mencatat jarak episentrum. Cara ini dicari dengan rumus Laska, yaitu:
S – P = selisih waktu pencatatan gelombang primer dengan gelombang
sekunder, dalam satuan menit.
- Kota X mencatat jarak episentrum 5000 km
- Kota Y mencatat jarak episentrum 7000 km
- Kota Z mencatat jarak episentrum 4000 km
Dengan data tiga episentrum di tiga kota, kemudian kita ambil peta
yang sesuai skalanya. Letak episentrum akan didapat dari perpotongan
tiga lingkaran. Dengan diketahuinya pusat-pusat gempa akan bermanfaat
dalam pembangunan di daerah yang rawan gempa.
Di Jepang misalnya di daerah yang sering terjadi gempa, rumahrumah dan gedung-gedung telah dibangun dengan konstruksi yang
lebih tahan terhadap gempa dan masyarakatnya telah dilatih cara-cara
menyelamatkan diri dari bahaya gempa. Dengan demikian, bahaya
yang lebih besar dapat diatasi. Memang tidak mungkin mencegah
terjadinya gempa, tetapi dengan kemajuan ilmu dan teknologi setidaktidaknya dapat mengurangi bahaya yang ditimbulkan.
Bila terjadi gempa bumi di laut dengan kekuatan di atas 7,0 skala
richter dapat menimbulkan gelombang tsunami yang mengancam
korban manusia, seperti di Aceh tahun 2004 dengan korban lebih dari
200.000 orang dan di Pangandaran tahun 2006 lebih dari 700 orang.
Posting Komentar untuk "Pengertian Gempa Bumi"